Masterclass Fikih Puasa Sempurna
Platform LMS Pembelajaran Online Pesantren Aura Insani
Panduan Lengkap Puasa Sah, Berilmu, & Berakhlak
Pelajari rukun, syarat, pembatal, tata cara qadha & fidyah, hingga manajemen kesehatan dan kekhusyukan puasa sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Sertifikat Kelulusan
Selesaikan seluruh 4 modul materi dan kuis evaluasi untuk mengunduh bukti kelulusan.
Syarat Wajib, Syarat Sah, & Niat Puasa
Puasa (الصِّيَامُ) secara bahasa berarti menahan diri. Secara syariat, puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya mulai dari terbit fajar shadiq (subuh) hingga terbenam matahari (maghrib) dengan niat ibadah karena Allah SWT.
Dalil Kewajiban Puasa (QS. Al-Baqarah: 183)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
1. Syarat Wajib vs Syarat Sah Puasa
Syarat Wajib (Siapa yang Wajib?)
- Islam: Tidak wajib bagi non-muslim.
- Baligh: Telah mencapai usia dewasa syar’i.
- Berakal: Orang gila/tidak sadar tidak wajib.
- Mampu (Kuasa): Sehat fisik dan tidak terhalang uzur.
- Mukim: Bukan dalam perjalanan jauh (musafir).
Syarat Sah (Kapan Puasanya Sah?)
- Islam: Sepanjang hari berpuasa.
- Tamyiz: Mampu membedakan baik dan buruk.
- Suci dari Haidh & Nifas: Khusus wanita.
- Bukan Pada Hari Diharamkan: (Idul Fitri, Idul Adha, & Hari Tasyrik).
2. Rukun Puasa & Ketentuan Niat
Rukun puasa ada dua: Niat dan Menahan diri dari pembatal puasa (Imsak).
Ketentuan Niat Puasa Ramadan:
- Tabyit (Menginapkan niat): Niat wajib dilakukan pada malam hari (antara Maghrib hingga sebelum Fajar Subuh).
- Ta’yin (Menentukan niat): Harus secara spesifik berniat puasa fardhu Ramadan.
- Niat Setiap Malam: Menurut jumhur ulama (Syafi’i, Hanafi, Hanbali), niat dilakukan setiap malam. Menurut Mazhab Maliki, diperbolehkan berniat sekaligus untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadan.
Lafaz Niat Puasa Ramadan Harian:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta’ālā.”













